Kemah Ceria HW (Hizbul Wathan)
Qobilah SD MuhlaS

Kegiatan Sekolah Prestasi SD MuhlaS untuk jenjang kelas 5 sebelum pembelajaran berakhir yaitu mengadakan kemah besar kepanduan athfal. Kegiatan ini diikuti seluruh siswa – siswi kelas 5 yang berjumlah 115 anak, dengan tujuan melatih kemandirian dan jiwa kepemimpinan anak. Kemah ceria HW kali ini mengambil tema ” Dengan Kemah HW Membentuk Pribadi yang Tangguh, Terampil, dan Berakhlak Mulia untuk Mendapat Ridho Allah”. Kegiatan ini dilaksanakan di bumi perkemahan Agro Mulyo Prigen Pasuruan, 13 -14 April 2018.

Sekitar pukul 07.30 anak-anak berangkat menuju bumi perkemahan agro mulyo prigen dengan mengendari truk angkatan dan sampai di tempat tujuan sekitar pukul 09.30 WIB. Sesampainya di lokasi anak-anak tiap regu mencari tempat yang telah dikavling untuk mendirikan tenda sesuai dengan no yang telah diambil. Kerapian, kebersihan, dan kekuatan dalam mendirikan tenda juga termasuk dalam penilaian ramanda dan bunda.

Sebelum upacara pembukaan terlebih dahulu anak-anak melaksanakan sholat jum’at berjamaah di pendopo dan makan siang. Dalam amanatnya, Ustd Irwan mengatakan ” Bahwa dimanapun kita berada wajib menjunjung tinggi karakter Islam, karena itu adalah ciri dari kepanduan HW”. Ustd Irwan juga mengatakan bahwa tujuan dari kemah ini adalah melatih kemandirian dan melatih jiwa kepemimpinan anak-anak dengan dibentuknya pemimpin tiap regu.

Selesai mengadakan upacara pembukaan, tiap regu harus menyiapkan materi sandi-sandi untuk berkompetisi dengan regu yang lain. Antara lain sandi balik, sandi kotak, sandi morse, sandi rumput,dan sandi koordinat. Kemudian dilanjutkan kompetisi selanjutnya yaitu hafalan surat pendek dan hafalan undang-undang HW.

Menjelang maghrib, anak-anak bersiap mengambil air wudhu dan berkumpul di pendopo untuk melaksanakan sholat maghrib berjamah sekaligus sholat isya’ jama’ qoshor dan dilanjutkan makan malam bersama.

Materi selanjutnya adalah kuis. Dalam kuis, tiap kelompok harus berkompetisi tentang materi umum maupun kemuhammadiyahan. Anak-anak begitu gembira dan antusias dalam mendukung kelompoknya.

Upacara api unggun pun segera dimulai. Anak-anak membentuk lingkaran besar yang ditengahnya ada tatanan kayu yang akan dibuat api unggun. Ustad Akhwan hamid menyampaikan dalam amanatnya ” Bahwa kehidupan manusia itu kadang terang dan kadang gelap. Api yang menyala dari api unggun itu adalah ibarat sedikit cahaya yang menerangi kegelapan. Maka dari itu sebagai manusia kita harus selalu meminta nur / cahaya dari Allah supaya hidup kita tidak gelap”. Selesai upacara api unggun dilanjutkan pentas seni. Disini anak-anak menunjukkan bakatnya masing-masing. Ada yang menampilkan parodi, breakdance, gerak & lagu , dan lain-lain. Walau acara pentas seni dilaksanakan di malam hari, tidak sedikit wali murid yang datang untuk menyaksikan penampilan anak-anaknya. Ini merupakan salah satu kepedulian wali murid terhadap kegiatan SD MuhlaS.

Selesai kegiatan pentas seni, anak-anak harus istirahat (tidur) supaya bisa bangun sesuai jadwal yang telah ditentukan. Ditengah dinginnya udara malam, sekitar jam 02.30 anak-anak sudah dibangunkan untuk melaksanakan qiyamul lail ( sholat tahajut +witir) untuk membiasakan anak-anak bangun malam dan mendekatkan diri kepada Allah. Kegiatan ini dilanjutkan dengan sholat subuh berjama’ah.

Supaya tubuh menjadi hangat, anak-anak diajak senam bersama. Senam ini dipandu ustd Umar yang diikuti oleh semua siswa juga ramanda dan bunda.

Sebelum ke materi selanjutnya anak-anak melaksanakan bersih diri ( mandi) dan memakai pakaian olah raga. Tidak lupa juga sarapan bersama supaya punya energi untuk melaksanakan kegiatan selanjutnya.

Materi yang tidak kalah menantang yaitu ketrampilan dan ketangkasan. Disini tiap regu berkompetisi tentang penampilan senam semapor, merayap, menangkap bola, menyambung tongkat, membuat tandu , dan PBB.

Upacara penutupan dilaksanakan setelah anak-anak Sholat duhur berjama’ah dan makan siang. Dalam upacara penutupan di sini disampaikan tentang regu giat. Regu giat yaitu regu yang mempunyai nilai tertinggi setelah ditotal dari semua materi. Regu giat putra diraih oleh regu kobra yang diketuai oleh Samir. Sedangkan regu giat putri diraih oleh regu flamboyan yang diketuai oleh Sukma. Selain itu juga ada penyematan kenaikan tingkat dari kepanduan athfal ke tingkat kepanduan pengenal. Kepanduan athfal untuk anak usia 6-10 th. Sedangkan kepanduan pengenal untuk anak usia 11-16 th. Kepanduan athfal memakai hasduk warna hijau dengan pita warna kuning, sedangkan kepanduan pengenal memakai hasduk warna hijau dengan pita warna merah / merah putih.
Dengan kenaikan tingkat, membuat anak-anak mempunyai kebanggaan tersendiri.

Dengan terlaksananya kemah ceria HW ( Hizbul Wathan) diharapkan anak-anak bisa lebih mandiri, mempunyai jiwa kepemimpinan yang tangguh, dan dapat melaksanakan nilai karakter Islami di manapun berada.

Kemah Ceria HW (Hizbul Wathan)

One thought on “Kemah Ceria HW (Hizbul Wathan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *