Sebanyak 109 siswa kelas V SD Muhammadiyah 11 Surabaya mengadakan kemah Hizbul Wathan (HW) di Bumi Perkemahan Agro Mulia Prigen Pasuruan, Jumat-Sabtu (5-6/4/2019).

Pukul 06.50 seluruh peserta berbaris di halaman sekolah mengikuti kegiatan awal yaitu upacara pemberangkatan. Barisan sesuai dengan kelompok masing-masing. Acara dibuka dengan membaca surat-surat pendek  dan dilanjutkan sambutan dari Majelis Dikdasmen PCM Krembangan Irwan Syahrir MSi.

”Manfaatkan kesempatan ini belajar lebih dekat dengan alam ciptaannya dengan tetap menjaga kedisiplinan dan kemandirian,” katanya.

Dosen Teknik  Universitas Muhammmadiyah Surabaya ini mengakhiri sambutannya dengan memberikan motivasi,”Jadilah siswa yang senantiasa melayani diri sendiri. Tanamkan kemandirian sejak sekarang,” ujarnya.

Setelah mereka berangkat naik enam truk TNI AL. Setiap truk berisi dua regu dengan dua guru pendamping. Kurang lebih dua jam perjalanan menuju Agro Mulia Prigen. Sesampainya di lokasi perkemahan tenda mulai didirikan.

Sambil menunggu waktu shalat Jumat, seluruh peserta rehat sejenak. Beberapa siswa merapikan tenda. Ada juga yang menghias tendanya dengan berbagai hiasan sederhana. Terutama regu putri banyak hiasan bunga yang dibuat dari aneka gelas plastik dan berwarna warni.

Cuaca siang hari pertama kegiatan diguyur hujan. Semua peserta dan guru pendamping berteduh di pendapa. Setelah shalat Jumat dan jamak qasar dengan Ashar, upacara pembukaan kemah Hizbul Wathan (HW) SD Muhlas sebutan SD Muhammadiyah 11 Dupak Surabaya ini dilaksanakan di pendapa. Sebagai pembina upacara Ramanda Akhwan Hamid SPd MPdI.

”Kegiatan dua hari di sini agar semua peserta mampu memanfaatkan sebagai pelajaran yang berharga. Belajar tidak hanya menulis atau mencatat pelajaran di bangku kelas saja. Saat ini kita belajar langsung di alam. Langsung melakukan semua hal mulai yang terkecil menjaga kebersihan hingga kemandirian serta kedisiplinan,” katanya.

Ramanda Akhwan, sapaan akrabnya, pernah menjadi ketua Kwarda HW Surabaya periode 2012-2017. Sekarang masih aktif menjadi wakil ketua Kwarda.    Kegiatan berikutnya penilaian tentang sandi-sandi dan ingatan. Acara dilaksanakan di pendapa karena hujan belum reda. Sekitar pukul 4 sore hujan reda. Seluruh peserta ke aula untuk mandi. Di ruang itu sudah ada kasur lipat, bantal. Di belakang ada banyak kamar mandi.

Ramanda dan ibunda HW mempersiapkan kegiatan malam hari. Yaitu kuis. Lalu acara puncak api unggun dan pentas seni. Setelah shalat jamak qasar Maghrib-Isya, acara kuis dimulai. Materinya kepanduan dan Al Islam.

Tengah malam api unggun digelar. Cuaca sedang bagus. Tidak lagi hujan. Seluruh siswa membentuk lingkaran besar di lapangan. Semua lampu dimatikan menambah hikmat suasana.

Ibunda Mursiah sebagai pembina upacara api unggun menyampaikan, upacara api unggun bukanlah hal yang sakral melainkan sebagai ciri khas mengadakan kemah. Tujuannya sebagai rasa kegembiraan dan keberasamaan di saat kegiatan di malam hari.

Ibunda Mursiah menyalakan lantas api unggun menggunakan obor bambu. Diakhir sambutannya pembina upacara menambahkan, api unggun ini kita nyalakan mempunyai manfaat bisa mengusir serangga dan menghangatkan badan kita. Lalu memberikan komnado tepuk HW.  Seluruh pesertaberjalan melingkar dengan menyanyikan lagu Di sini senang di sana senang.

Kegiatan dilanjutkan malam pentas seni yang menampilkan berbagai kreasi regu. Setiap regu antusias tampil. Suasana menjadi semarak karena tampilan peserta sangat variatif mulai dari tarian K-Pop,  drama, dan komedi.

Kegiatan dipandu oleh Ibunda Mursiah semakin seru sorak-sorai penonton ketika salah satu regu urutan terakhir menarikan tarian yang memukau. Tiba-tiba tiga penari mendekati tiga juri diajak menari bersama.

Acara malam pentas seni diakhiri pukul 10.30. Peserta kembali menuju aula untuk tidur. Karena masih ada kegiatan qiyamul lail dan upacara penutupan esok harinya. (Muriyono)

Hujan Mengguyur, Kemah HW Ini Makin Mengesankan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *