Mengawali tahun 2020, SD Muhammadiyah 11 (SD Muhlas) Dupak Surabaya mengadakan workshop menulis, Jumat (3/1/2020).

Kegiatan dilaksanakan di aula sekolah diikuti 35 guru kelas dan guru bidang studi. Juga dihadiri oleh Ketua Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembangan Surabaya Izza Anshori ST MT.

Dalam sambutan pembukanya Izza Anshori berharap setelah workshop ini bisa menghasilkan buku kumpulan tulisan guru-guru. ”Seiring perkembangan teknologi dan pendidikan, semoga kita selalu berfastabiqul khoirot, semangat berinovasi dan berkarya,” tambahnya.

Sekitar pukul 8.30 workshop yang bertajuk Menjadi Guru yang Produktif, Inovasi dan Penulis Sejati ini dimulai. Mendatangkan pembicara Drs Najib Sulhan MA, penulis buku dan motivator nasional.

Ustad Najib memberikan motivasi dengan menceritakan pengalamannya  menjadi juara guru prestasi nasional hingga menjadi penulis sampai sekarang.  Menurut dia,  menulis itu. Lantas dia mengungkapkan alasan kenapa penting untuk membuat tulisan.

Pertama, karena menulis itu budaya ulama. Mayoritas ulama-ulama besar menghasilkan karya tulisan sebagai wasilah dakwahnya. Seperti Imam Malik, Imam Ahmad hingga Buya Hamka. ”Menulis sudah tak terpisahkan dari aktivitas dakwahnya,” ujarnya.

Kedua, ilmu yang bermanfaat. Melalui tulisan, kata dia, kita bisa menjadi bermaafaat bagi orang banyak. ”Ketiga, meninggalkan jejak yang bermanfaat berupa karya tulis yang dibuat, orang akan mengenang kita,” tuturnya.

Keempat, sebagai PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan). Guru dituntut untuk selalu berinovasi sebagai  pengembangan profesi kita.

Kelima, mengisi waktu luang.  Semua manusia  mempunyai waktu, maka gunakan waktu dengan baik untuk berkarya melalui tulisan.

Keenam, pengakuan. Semua manusia pasti tidak terlepas dengan pengakuan, kita bisa dihargai melalui tulisan. Ketujuh, pemasukan. Menghasilkan karya tulis bisa menghasilkan pendapatan.

”Kedelapan, pengetahuan baru.  Dengan sering kita menulis, ide dan kreativitas akan muncul dengan sendirinya. Pengetahuan baru melalui tulisan akan kita dapatkan,” tandasnya.

Di akhir materinya, Ustadz Najib memberikan motivasi berupa kata mutiara. ”Sesuatu yang disampaikan dimulai dengan hati, maka akan dipahami sampai ke hati pula. Begitu sebaliknya sesuatu yang disampaikan hanya dengan kata-kata hanya di mulut saja, maka hanya didengar saja sampai ke telinga tidak sampai ke hati. Maka jadilah kita penyampai atau pendakwah ke siswa kita dengan hati, niscaya siswa kita akan memahami dan menjadi siswa yang berkarakter positif,” katanya.

Sesi kedua dilanjutkan dengan praktik menulis makalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan bimbingan Ustadz Najib. Seluruh peserta antusias mengerjakan makalah karya tulisnya berupa PTK sampai selesai.

Sekitar pukul 15.00 sebagian besar peserta workshop dapat menyelesaikan makalah yang dibuat. Makalah ini dipresentasikan pada Sabtu, 4 Januari 2020.  (*)

Penulis Muriyono  Editor Sugeng Purwanto

Mengapa Guru Harus Menulis? Inilah Jawabannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *